Feed on
Posts
Comments

Suara Yang Terdalam

Hujan yang turun.
Hati yang gelisah tak karuan.
Berbagai macam cahaya yang menyilaukan.
Selalu bersinar gemerlap dikota sepanjang malam.

Aku masih disini.
Aku masih berdiri disatu tempat yang sama.
Sedikit berfikir dan kemudian melayang.
Tak ada seorangpun yang tahu tentang yang kurasakan.
Tak seorangpun…

Kau,bintang yang indah disana kemarilah.
Tunjukkanlah wujudmu.
Kenapa kau selalu bersembunyi dibalik awan yang kelam.
Bukankah kau tahu,hanya engkaulah.
Ajaklah aku untuk menari bersamamu.

Kau,bintang yang indah tak terkira tertawalah.
Hentikanlah waktu yang berjalan.
Agar kita berdua saja dapat berbicara.
Pembicaraan yang tak dapat didengar,
Pembicaraan yang tak dapat dilihat,
Pembicaraan yang tak dapat diketahui oleh siapapun.
Dan ketika itu dengarkanlah.
Hanya kepadamu kankusampaikan.
Tentang suara hatiku yang paling dalam.

:)

Anone (あのね)

Okashi desu…
Nandaka mune ga doki-doki shiteiru
Anata to au tabi ni

Fushigi desu…
Doshitemo-doshitemo ienai kimochi o
Sukoshi watashi wo kurushimeru

Uso tsukenakatta desu
Watashi no me
Anata wo miteiru tabi ni

Kizuitara anata no koto bakari desu
Tabun anatani muchu deshita.
Iya,suki kamo. Chigau,suki kitto.

Kitto… suki desu…

Kizuita kana…?

Lagi pengen nulis poem tidak dengan berbahasa Indonesia,berhubung nggak pinter bahasa Inggris makanya pilih ini aja. Buat yang sedang falling in love tapi belum bisa bilang ^.*

Untaian

…dan kupandang bintang lalu diapun meredup menghilang dari tatapan malam

Berbeda dengan Laksmi

Another place,another dream…
Tubuh Dewi melayang terhempas angin di ketinggian,sedetik tiba serasa didasar aspal yang ia hampiri.

“hah…!!!” Dewi terbangun dari mimpinya,peluh resah keringat membasahi tubuhnya.

“Mimpi itu lagi…” Benaknya berkata dan lamunan pun kembali mengajak Dewi mengulangi kejadian yang telah berlalu tiga tahun silam.

Tiga Tahun yang Lalu

Sebuah ikrar cinta yang diucapkan Arman untuk Dewi yang kemudian membawa mereka untuk menguatkan cinta yang mereka punya dimeja pernikahan sebentar lagi akan tiba. Impian akan kebahagian bersama pun menggelora dihati Dewi,impian harapan seorang perempuan biasa menikahi pria yang dicintainya begitupun juga dengan Arman namun tanpa bisa dielakkan ternyata garis nasib yang tertulis ditangan kedua insan itu bertolak belaka.

Siang hari ketika sang matahari menghujam alam semesta,sebuah pesan singkat tiba diponsel Dewi.

“Mba Dewi,Mas Arman masuk rumah sakit.” Pesan singkat yang membuat Dewi meninggalkan pekerjaannya memilih beralih secepatnya kerumah sakit tempat dimana Arman dirawat.

Dua hari telah berlalu namun Arman belum siuman,Dewi dan keluarga masing-masing pun ikut cemas akan keadaan Arman yang tiba-tiba pingsan dan belum tersadarkan sampai saat ini.

Sore itu disaat hujan telah berhenti dan langit kembali cerah,Dewi melihat pelangi yang terukir indah dilangit yang biru dari sudut jendela rumah sakit Arman lalu senyum menghiasi pipi Dewi. Tiba-tiba saja suara desahan terdengar diruangan itu mengakibatkan Dewi melihat kearah tempat Arman berbaring dan ketika itu pula seperti melihat pelangi yang indah tadi seperti itu pulalah Dewi tersenyum bahagia karena Arman menggerakkan tangannya dan memegang kepalanya.

“Arman…,Arman…” Seru Dewi kepadanya.

Lalu Arman menjawab dan Dokter beserta keluarga Arman pun meramaikan ruangan.

Dokter menjelaskan kalau saat ini penyakit Arman belum diketahui maka dari itu untuk mengikuti perkembangan secara rutin Arman diharuskan dirawat dirumah sakit sampai tahu penyakit apa yang ia derita dan semua pihakpun menyetujui keputusan Dokter.

Dua minggu telah terhitung dari sejak Arman masuk rumah sakit dan hari ini Dokter yang menangani Arman mendatangi ruangan Arman kebetulan sore itu Arman hanya sendiri lalu Dokter mengatakan kepada Arman tentang hasil pemeriksaan penyakit Arman kalau ia menderita gejala penyakit yang bisa mengakibatkan Arman kehilangan ingatannya sementara dengan tiba-tiba dan Dokter juga tak bisa memastikan apakah penyakit ini dapat disembuhkan atau bahkan bertambah parah dan bisa mengakibatkan Arman kehilangan seluruh ingatannya perlahan-lahan. Arman terdiam sejenak dan dengan lapang dada ia menerima kenyataan,hari itu juga Arman memohon kepada Dokter yang berdiri disampingnya untuk tidak memberitahukan penyakit yang ia derita kepada siapapun juga apalagi Dewi sampai ia mempunyai keberanian untuk bicara langsung kepada keluarganya juga calon istrinya.

Walaupun Arman mencoba menguatkan dirinya namun keresahan akan masa depanpun terus bergemraut dikepalanya lalu ia merasakan sakit dikepalanya dan ketika itu Dewi masuk keruangan Arman tetapi Arman tak mengenali Dewi. Sepuluh menit kemudian Arman kembali mengingat siapa orang yang mengunjunginya itu,kejadian seperti ini beberapa kali terulang dan hal ini semakin lama-semakin membuat Arman takut untuk menepati janjinya menikahi Dewi. Ketakutan itupulalah yang membuat Arman berani jujur kepada keluarganya tentang penyakitnya dan keluarga Arman mendukungnya serta berjanji untuk merahasiakan hal ini kepada Dewi juga orang tua Dewi.

Pernikahan antara Arman dan Dewi yang semestinya telah terlaksanakanpun akhirnya tertunda,keraguan dikeluarga Dewipun perlahan-lahan mulai muncul lewat kecurigaan akan sikap Arman dan keluarganya yang seolah-olah menyembunyikan sesuatu kepada pihak Dewi. Kecurigaan yang timbul dihati orang tua Dewi itu kian membesar sehingga membuat mereka tak bisa lagi membendung keinginan untuk mengetahui ada apa sebenarnya.

Lalu dengan segenap kemampuan demi kebahagian putri satu-satunya akhirnya kedua orang tua Dewi menemukan jawaban yang mereka cari dan terungkaplah kenyataan yang sesungguhnya kalau ternyata Arman menderita satu penyakit dan jika penyakit itu kambuh Arman akan mengalami kehilangan ingatan sementara. Hal ini membuat orang-orang disekitarnya terganggu dengan keadaan itu dan ketakutanpun datang menulari kedua orang tua Dewi yang menghawatirkan hal yang sama akan terjadi dalam pernikahan Arman dengan putri mereka kelak sehingga membuat mereka meragukan pernikahan yang telah ditunggu-tunggu oleh Dewi itu.

Kedua orang tua Dewi telah berjanji untuk merahasiakan hal ini kepada Dewi dan ikut sepakat untuk mengikuti permintaan keluarga Arman membatalkan pernikahan antara Dewi dan juga Arman,tentu saja ini semua merupakan permintaan dari Arman sendiri. Dewi yang hanya tahu kalau Arman menderita penyakit ringan itu seperti biasa selalu meluangkan waktunya setiap hari untuk menemui calon suaminya yang masih menerima perawatan dirumah sakit tetapi tidak seperti hari-hari yang telah lalu,siang itu Arman tidak ada diruangannya dan tempat tidur yang selama ini dibaringinya pun tertata rapi,bersih lalu ruangan itupun bersih juga dari barang-barang yang dimiliki Arman.

Dewi berlari menuju tempat informasi dan mencari tahu dimana Arman,kenapa ruangan itu kosong ? Salah seorang perawat dirumah sakit itupun memberitahu Dewi kalau pasien yang berada diruang itu tadi pagi telah keluar dari rumah sakit ini kemudian perawat itu pergi meninggalkan Dewi bersama kebingunngannya. Dewipun mencari dimana Dokter yang merawat Arman selama ini namun sayang Dokter itu sedang tugas kerumah sakit lain tapi Dewi tidak putus asa ia kemudian menekan tombol ponselnya dan menelpon keponsel Arman tapi alangkah membingungkan ponsel itu tidak aktif.

Dewi yang daritadi masih terlihat tenang kini sedikit panik lalu dengan gegasnya iapun mencoba beralih menelpon kerumah Arman tetapi sayang tidak seorangpun yang mengangkat telpon darinya. Kali ini Dewi tambah panik,ia kemudian berlari keluar rumah sakit dan menuju kerumah Arman secepatnya. Berulang kali bel rumah ia tekan-tekan,berulang kali pintu rumahpun ia gedor-gedor tetapi tetap tak seorangpun ditemuinya,ketika itupulalah hati kecil Dewi berfirasat ada sesuatu yang disembunyikan dari dirinya.

Satu hari,dua hari,tiga hari dan satu minggupun berlalu dari menghilangnya Arman dan keluarganya,selama satu minggu Dewi selalu menghabiskan waktunya mendatangi rumah Arman dan menelponi ponsel Arman dan juga keluarganya tetapi semua sia-sia.

Tiga minggu berjalan cepat dihari-hari Dewi,Dewi yang masih terus sibuk mencari tahu dimana Arman kelihatan mulai merasakan sesuatu yang menyesakkan dadanya oleh tingkah laku Arman dan keluarga Arman yang merahasiakan sesuatu dengan cara menghilang darinya namun Dewi masih teguh dan percaya pada Arman dan janji-janjinya sehingga membuat Dewi berjanji untuk tak menangis dan menunggu Arman kembali datang menemuinya.

Denting jam dinding yang bergema menyadarkan Dewi dari lamunannya lalu iapun membasuh tetesan air mata yang membasahi kedua pipinya.

Another place,another tears…
Gemericik suara aliran sungai membawa tetesan air mata Laksmi sore itu,seribu kehendak untuk mencintai Arman tanpa alasanpun mencabik-cabik pikirannya.

“Dia harus tahu…” Benak Laksmi berkata.

Malam datang,gemerlap cahaya bintang-bintang menerangi malam yang dingin itu.

Sebuah senyuman…

Kemudian Arman membalas kembali senyuman itu dan mengulurkan tangannya menyambut lembut jari-jemari Laksmi.

“Duduklah Laksmi,temani aku nikmati malam ini.” Ucap Arman pada Laksmi.

“Mas Arman,ada yang ingin aku katakan padamu Mas…” Lirih Laksmi dengan suara yang rendah.

Arman menatap dalam mata Laksmi “Ada apa…?” Tanya Arman padanya.

“Hhmmm,aku tak tahu apakah aku berhak mengatakan ini namun keresahan dihatiku membuatku berani mencoba untuk mengatakannya.”

Pandangan dan raut wajah Arman berubah penasaran.

“Kau harus tahu Mas,aku…” Kata itu terputus disela nafas Laksmi.

“Kenapa…?” Tanya Arman.

“Aku mencin…mencintaimu Mas.” Desah Laksmi mengungkapkan perasaannya.

Arman terpaku dan diam tak menjawab.

Malam itu menjadi malam dimana Laksmi mengungkapkan perasaannya kepada Arman disaksikan hembusan angin malam dan langit-langit yang ditaburi berjuta bintang. Mereka berdua beranjak masuk kedalam rumah yang sekarang ditempati oleh Arman,Arman mengantarkan Laksmi sampai kedepan pintu kamarnya tetapi Arman masih belum memberikan jawabannya pada Laksmi padahal ia sendiri begitu mengerti kalau Laksmi sangat mengharapkan jawaban darinya. Arman tetap tak memaksakan diri ketika dia ingin mengucapkan sesutau kepada Laksmi tiba-tiba saja Laksmi menghentikan bibir Arman yang baru saja ingin berbicara dengan meletakkan jemarinya yang lembut diatas bibir Arman lalu Laksmi melempar senyuman ayunya seolah ia paham akan hati Arman yang malam ini belum bisa menjawab cintanya.

“Selamat tidur Mas Arman.” Nada lembut terdengar ditelinga Arman dan bersama waktu yang berjalan mereka larut terbuai dalam malam.

Relung bulan sabit menatap Arman dalam rintihan,sekali lagi semuanya terulang. Rasa sakit yang teramat datang,kehampaan dan kesesakkan pikiran antara cinta lalu dan yang datang membawanya terhempas terdiam dalam bisu,tak tersadarkan diri…

Ada apakah dengan Arman…? Mampukah dia melawan sakit yang menyala dan membuka matanya…?

Bagaimanakah dengan Laksmi yang masih belum terjawab perasaannya…?

…dan bagaimana pulakah dengan harapan cinta Dewi yang masih penuh dengan tanya…?

Ikuti kelanjutannya di Chapter berikutnya…

Salam Rika&Redova :D

Ketika Kau Kembali…

Berawal dari satu ketikan lewat facebook berlanjut keketikan-ketikan berikutnya sehingga mengajak kami berpindah ke YM dan akhirnya seseorang tadi menyapaku :

Jualis Tiarso Budi falak: dorr…aku redova…
sa54ki: keliatan
Jualis Tiarso Budi falak: yes..
sa54ki: :D
sa54ki: terus gimana?
Jualis Tiarso Budi falak: bikin tetang apa nih..?
sa54ki: tentang apaya ?
sa54ki: ayo pengennya tentang apa ?
Jualis Tiarso Budi falak: a day in the land of sun…
Jualis Tiarso Budi falak: apa coba???
Jualis Tiarso Budi falak: hihihihi…
sa54ki: pengennya bikin tentang yg berbau romantis,xixixixi…
Jualis Tiarso Budi falak: hmm…
sa54ki: tp terserah deh
Jualis Tiarso Budi falak: boljug tuh..
sa54ki: hrs menurut pertimbangan berdua deh intinya
Jualis Tiarso Budi falak: CLBK, Love inthe first sight, ingin tapi tak ingin putus..
Jualis Tiarso Budi falak: punya ide??
sa54ki: wah seru juga tu
Jualis Tiarso Budi falak: pilih satu..
sa54ki: sepertinya rika setuju
sa54ki: yg manaya??
sa54ki: pilih yg CLBK boleh nggak ?
Jualis Tiarso Budi falak: hmm…ok..
Jualis Tiarso Budi falak: dimulai…
sa54ki: duluan dong…

Percakapan singkat diatas itulah menjadi awal dari permualaan diantara dua buah pikiran antara kami berdua menjadi kalimat-kalimat yang akhirnya tersusun menjadi sebuah cerita dibawah ini namun sebelum membaca langsung cerita kita berdua ada baiknya dulu temen-temen ikuti ringkasan cerita berikut ini :

Ketika Kau Kembali

Ketika kau kembali kau bukan kau lagi sebenarnya inilah inti ceritanya,didalam cerita ini ada tiga orang yang menjadi tokoh utama yaitu Arman,Dewi dan Laksmi.

Arman adalah seorang lelaki yang kurang beruntung didalam hidupnya,suatu hari diusianya yang masih cukup muda itu Arman ditetapkan menderita penyakit Syndrome Parkinson (menghilangnya ingatan perlahan-lahan) dan itu menyebabkan ia menghilang begitu saja dari kehidupan Dewi tunangannya dan sampai tiga tahun berlalupun Dewi tak pernah mengetahui dimana keberadaan Arman namun sesungguhnya kepergian Arman dari satu-satunya orang yang amat ia kasihi itu bukanlah ia sengaja melainkan ia tidak ingin Dewi menderita jika tetap bersamanya dan Arman pun mempunyai alasan tertentu mengapa ia memilih menghilang saja dari Dewi karena ia tidak ingin Dewi menyaksikan memori atau ingatan-ingatan yang ada dikepalanya hilang perlahan-lahan dihadapan Dewi.

Sedangkan Laksmi adalah seorang perempuan yang dari kecil telah dibesarkan dipegunungan tempat Arman akhirnya menapakkan kakinya untuk menjalani hidupnya yang bahkan perlahan-lahan akan ia lupakan bersama penyakit yang ia derita dan Laksmi yang dari pertama telah menaruh perhatian pada Arman akhirnya menawarkan diri untuk menjaga Arman sampai ingatannya menjadi nol sekalipun walaupun Arman tak punya cinta untuk Laksmi tetapi tetap Laksmi percaya kalau suatu hari cinta itu pasti memihak padanya.

Nah…,bagaimana dengan Laksmi dan segenap pengorbanannya yang tetap percaya pada keteguhan cintanya ? Akankah pengorbanan itu berbuah keindahan untuknya ?

Lalu bagaimana dengan Dewi yang masih merasa digantung oleh Arman ? dan reaksinya ketika mengetahui yang sebenarnya ?

Dan bagaimana pula dengan Arman beserta isi kepalanya ?

Untuk tahu jawabannya jangan lupa baca dan simak cerita dibawah ini,selamat membaca… :D

Ketika Kau Kembali…

Senja terasa panas dikota ini,telah lama Dewi larut dalam kesendirian. Tiga tahun sejak perpisahan yang tak diduga itu masih menyimpan gemelut dihati terdalamnya.

Disisi lain dunia,Arman terlihat menerenung dikegelapan sore lembah itu. Telah tiga tahun pula ia menghindari dunia luar,memilih suatu tempat dengan perhiasan gunung-gunung biru serta warna hijau alam yang dipenuhi oleh keindahan dedaunan dari pohon-pohon yang menambah sejuknya udara pegunungan jauh dari kota yang kealamiannya semakin lama semakin musnah ditelan kecanggihan.

Tak seorangpun yang bisa membaca wajah Arman disore saat tenggelamnya sang matahari dunia ketika ia membuka sepucuk surat yang ditulis tangan oleh seseorang yang masih belum diketahuinya.

Yang terbuai dalam sepi…aku…
Yang menunggu dalam dingin…aku…
Yang enggan menghapus tanya…aku…

Tiga kalimat yang tertulis dalam kertas beraroma kenangan,Arman menutup matanya,mengingat siapa gerangan aroma itu dan tak disangka oleh aroma wewangian parfum yang dibubuhi dikertas itu kenangan-kenangannya dimasa itu terekam ulang bersama bayang wajah samar yang muncul dibenaknya.

“Dewi….” Seru hatinya namun ketika ia dapat menemukan sang Dewi didalam benaknya tanpa diinginkan pundak Arman disapa lembut oleh jemari tangan yang ia kenali sentuhannya.

“Mas Arman…,aku mencarimu disetiap tempat persinggahanmu ternyata kamu ada disini. Aku lega menemukanmu.” Sebelum petang berganti malam suara lembut dan seyuman hangat menabirkan benak Arman.

“Laksmi…” dan pelukanpun mendekap hingga gelap meraja…,hangat ditubuh Arman namun bersama dengan larutnya malam bayangan itu masih menghantui Arman dan seisi kepalanya hanya ada senyuman manis yang berasal dari wajah ayu seorang perempuan yang kemudian ia ucapkan namanya “Dewi”.

Malam belum usai,gelap pun belum terbayar suara serangga malam meramaikan suasana ditengah ruang menguak hening,mengacak-acak ingatannya dan rasa sakit yang menjadi itu datang lagi menhampiri urat-urat yang ada dikepala Arman sehingga mengakibatkan ia menyudahi lagi ingatannya.

Lalu airmata membasahi kelopak mata Laksmi yang meratapi wajah Arman yang akhirnya tertidur pulas disandaran harapan. Batin Laksmi bahagia memiliki Arman disisinya tapi sebagai perempuan sesungguhnya Laksmi juga menangis dibalik setiap senyumannya karena sesungguhnya Laksmi masih terus berharap akan cintanya kepada Arman.

Embun mulai menetes dipagi itu,mentaripun mulai menghangatkan hari menunjukkan keperkasaannya. Sebuah senyuman menyapa Arman dibalik redup pandangan matanya.

“Pagi, Mas…” Lirih Laksmi menyapa pujaannya.

Arman membalas sapaan Laksmi dengan dibubuhi seyuman yang melingkar di bibirnya lalu Laksmi tiba-tiba mendekati Arman dan memeluk tubuhnya erat dan tambah erat lalu hatinya bersuara

“Aku percaya kalau hatimu pastikan menerima hadirku didalamnya” Kemudian ia melepas pelukannya.

“Ada apa..?” Tanya Arman tapi Laksmi tak menjawab,hanya diam dan masih tetap diam.

Bersambung…

Salam Rika&Redova :D

Older Posts »