Puisi2Richa

12 Nov 2008

Puisi-Puisi Richa ini Richa tulis sendiri disaat hati ini ingin mencurahkan rasa yang ada kedalam kata-kata,maka terbentuklah ini semua dan mungkin masih akan bertambah jumlahnya.

Buat semua Teman-Teman yang menyinggahi Blog Puisi Richa ini jangan lupa dan jangan sungkan untuk meninggalkan sedikit kata-kata buat Richa.

Mudah-mudahan dengan masukan dari Teman-Teman sekalian Richa bisa menjadi lebih baik lagi dalam menggunakan dan menyusun kata-kata.

Sebelum dan sesudahnya Richa ucapkan banyak Terima Kasih buat Semua.

Ayolah Bintangku

Rintihan hujan basahi sepanjang jalan ini
Kegelisahan datang menghampiri hati ini
Serpihan cahaya lampu-lampu menyinari kota ini
Sedikit beri warna untuk malam ini

Aku yang masih disini,masih terpaku di tempat yang sama
Masih menopangkan dagu di satu tanganku
Melamun,termenung atau menunggu
Yang pasti tak seorangpun yang bisa baca hatiku

Ayolah bintang,munculkanlah dirimu
Jangan terus kau bersembunyi di balik awan gelap itu
Bukankah cuma ada kamu
Yang bisa membawa aku menari dengan lagumu

Ayolah bintang,tunjukkanlah sinarmu
Kerlipkanlah senyummu,dengarkanlah seruanku
Jangan biarkan langit yang kelam itu menguasaimu
Jangan biarkan ia menelanmu

Aku menunggumu ditiap malam-malamku
Aku menantimu disetiap hari-hariku
Hanya ada dirimu yang bisa tentramkan hatiku
Cumbui aku,rayui aku,beri aku kedamaian di sepanjang tidurku

Puisiku Buat Mama

Mama,engkau adalah Malaikatku
Melindungiku dengan semua doa-doamu
Memanyungiku dengan segala kekuatanmu
Menyiramiku dengan seluruh kasih sayangmu
Menyinariku dengan cahaya paling suci dari hatimu

Mama,engkau adalah Pahlawan terhebatku
Berjuang malawan maut demi hadirku
Tak pernah lelah memikirkanku
Tak pernah jera menghadapiku
Tak pernah berhenti untuk memaafkanku

Mama,engkau Dewi dari segala dewi bagiku
Engkau seorang insan yang paling mulia dimataku
Engkau harta yang paling berharga di dalam hidupku
Engkau adalah Cinta matiku sepanjang nafasku

Mama,setiap aliran darahku ada kasihmu
Setiap detak jangtungku ada Namamu
Setiap aku mengedipkan mata ada wajahmu
Setiap aku bernafas ada aromamu

Mama,senyummu buat aku tenang
Canda tawamu buat aku senang
Tak ingin aku lihat air mata berlinang dipipimu
Tak sanggup aku melihat engkau menangis tersedu

Mama,kini anakmu telah dewasa
Sanggup hadapi apapun demi Mama
Meski takakan seimbang dengan perjuangan Mama
Tapi aku rela demi bahagiakan Mama
Sebab kini anakmu inilah yang akan jadi Pahlawan buat Mama

Mama,Terima Kasihku buatmu Mama
Aku bangga jadi penerusmu
Aku bangga jadi tumpuan buatmu
Aku bangga bisa jadi anak Mama

!

Diatas kertas putih ini kuungkapkan perasaanku
Dengan pena ini kuutarakan isi hatiku
Segaris demi garis kutulis kata-kata
Sebait demi bait kususun kalimat

Aku bukan seorang puitis yang
bisa berikan kata-kata romantis
Bukan juga seperti pengarang lagu
yang mahir ciptakan nada dan lagu-lagu

Jujur saja,hampir sulit bagi diriku
Untuk menemukan kata-kata
Yang tepat agar bisa ungkapkan semua
Semua rasa yang mengganjal didalam dada
Buat aku lelah,risih dan tersiksa

Aku hanya seorang wanita biasa apa adanya
Aku hanya seorang wanita yang juga sama dengan mereka
Seorang wanita yang bisa menangis dan tertawa
Seorang wanita yang bisa bersedih dan bahagia
Seorang wanita yang bisa merindu apalagi jatuh cinta

Lingkaran

Ku menanti satu jawaban yang tak pasti datangnya
Kekuatanku untuk menunggu pun ada batasnya
Akhir dari semuanya apa ada ujungnya ?
Semua pasti berakhir tapi kenapa harus tertunda ?

Segalanya aku curahkan dan tumpahkan di lingkaran ini
Ditempat aku bisa melepaskan beban dan berteriak dengan kencangnya
Takkan ada yang bisa mendengarnya kecuali dinding-dinding lingkaran ini
Takkan ada yang bisa mencurigainya selagi lingkaran ini masih berwujud Lingkaran

Rasa

Pertama mengenalnya biasa saja
Pertama berbicara dengannya mulai terasa
Pertama mendengar suaranya makin kurasa
Semakin jauh mengetahui tentangnya
Semakin bertambah pula rasa yang ada

Tak cukup satu kata untuk ungkapkan rasa
Karena rasa itu tak nyata adanya
Jikalau rasa ada wujudnya
Rupa yang bagaimana yang pantas untuknya ?

Jikalau rasa itu memang nyata
Jikalau rasa itu ada jumlahnya
Dan jika rasa itu ada bentuknya
Kan ku tata dan ku beri langsung kepada dia
Tetapi jika yang kita rasa itu berbeda
Kan kusimpan rasa dan coba melupakannya

Mungkin

Mungkin
Tak perlu kau berjanji kepadaku
Untuk bisa temani aku sepanjang hariku
Tak perlu kau minta izin padaku
Untuk terus mencintaiku semampumu
Tak perlu kau memohon kepadaku
Untuk beri maaf atas salahmu
Tak perlu kau musuhi dirimu
Karena tak bisa bahagiakan aku

Semuanya bukan salahmu
Semuanya bukan sengajamu
Semuanya sudah takdir buat kita
Yang takkan pernah bisa bersama

Mungkin memang tak ada jalan lempang buat kita
Mungkin memang tak ada benang yang dapat mengikat cinta kita
Mungkin memang ini jalan buat kita
Jalan yang tak sejalan dengan keinginan kita

Mencoba Lagi

Hari ini aku mulai lagi
Langkah baru dengan satu janji
Janji penuh arti pada hati,batin dan nurani
Yang selamanya kan kucoba untuk tepati
Agar tak menyesal lagi hati ini
Seperti dulu saat aku mengingkari

Dialah Segalanya

Dia sosok yang berbeda
Punya selera lebih dari mereka
Punya cita dan langkah yang tak sama dengan kita
Juga selalu jadi idola

Dia sosok yang ceria
Selalu riang dan tertawa
Disenangi oleh sesamanya
Dikagumi oleh banyak pria

Dia sangat jelita
Punya aroma dimana saja
Punya prilaku yang bersahaja
Bisa pesona siapa saja

Dia seorang Hawa
Tak mudah menyerah atau putus asa
Tak mudah goyah karena cinta
Selalu percaya dengan keyakinannya

Dia seorang Hawa
Hatinya bak mutiara
Matanya penuh cinta
Senyumnya mendebarkan dada
Tatapannya tenangkan jiwa

Untukmu Pujaan Hatiku

Pejamkan matamu
Kosongkan pikiranmu
Hingga kau bisa dengar suara kesunyian ini

Rasakan getar nafasmu
Dengarkan detak jantungmu
Maka kau akan tahu indahnya hidup ini

Bukalah hatimu
Bayangkanlah mimpi indahmu
Maka aku akan datang dan memelukmu

Rangkullah pundakku
Eratkanlah genggamanmu
Maka aku akan selamanya jadi hambamu

SilafKu

Aku tak pernah menyesali pertemuan kita
Aku juga tak mengutuk hatiku ini
Aku cuma hanya ingin bermain-main
Aku tak sangka aku yang jadi sungguh-sungguh

Aku yang salah tapi aku bahagiakan ini semua
Aku yang tak adil untuk segalanya
Aku yang dustai semua ini
Aku yang telah nodai hatimu kasih

Mengapa aku yang jadi sakit
Mengapa aku yang jadi menderita
Mengapa aku yang jadi sungguh-sungguh padamu
Mengapa semuanya jadi merumitkanku

Hatiku tak bisa aku bohongi
Hatiku tak bisa aku dustai
Hatiku selalu memikirkanmu
Hatiku selalu menginginkanmu

Aku buta karenamu
Aku bisu karenamu
Aku tuli karenamu
Aku tersiksa karena hadirmu

Permainanku telah merumuskanku
Aku terjebak dengan ranjauku
Aku tertusuk dengan pisauku
Aku terjerumus kejurangku

Silafku buat aku lirih
Silafku buat aku lelah
Silafku buat separuh hidupku
Menangis menyiksa batinku

Kamu Yang Selalu di Hatiku

Kamu yang selalu di hatiku
Semua tentang mu yang melekat dibenakku
Memikirkanmu aku lelah
Habis waktuku untuk sedihku karenamu

Waktu ini terlambat membawaku kepadamu
Jarak ini yang telah memisahkan aku denganmu
Cinta ini yang telah menyatukan diriku dan dirimu
Rindu ini yang telah menyiksa hatiku dan juga hatimu

Kamu yang selalu ada di hatiku
Apakah kamu sama punya rasa seperti yang aku rasa ?
Kamu yang selalu ada di hatiku
Mampukah kita mempertahankan rasa ini untuk selamanya ?

SeruanKu

Rinduku menggebu teringat akan dirimu
Selalu,selalu dan selalu ada kamu
Kenapa dengan diriku ? ada apa dengan benak dan hatiku ?
Sulit aku,rumit aku,benar-benar aku tak tahu

Aku bukan milikmu,kamu bukan milikku
Kita tak bisa saling memiliki,meski aku tahu itu
Tetapi tetap saja hatiku berseru
Menggebu rindukan kamu

Bantu aku untuk bisa bilang suka kepadamu
Biar aku bisa lapang dan tenang berada didepanmu
Bantu aku untuk bisa bilang sayang kepadamu
Biar aku bisa leluasa menatap kedua belah matamu
Bantu aku untuk bisa jujur kepadamu
Biar aku tak terkurung terkekang oleh ketidakberdayaanku
Dan bantu aku untuk sadarkan diriku
Kalau aku tak akan mampu menggapaimu

Keras Kepalakah Aku ?

Aku butuh kamu untuk sandaranku
Aku butuh kamu untuk pelampiasanku
Aku butuh kamu dalam senangku
Aku butuh kamu dalam sedihku

Aku ingin kamu memujiku
Aku ingin kamu memujaku
Aku ingin kamu hanya memandangku
Aku ingin hanya ada aku didalam hatimu

Jadikanlah aku Ratu di Istana Cintamu
Hanya ada aku dan tak boleh ada yang mengganggumu

Buat Dia

Sayang,lagi apa kamu ?
Sayang ingat aku disini
Yang menanti kamu
Menunggu pulangmu

Sayang,sepi aku sendiri
Tanpa kamu disini
Tiada bisa aku hadapi,tiada bisa aku jalani
Hari-hariku yang kosong tanpa kau disampingku

Aku,Kamu,Dia

Aku…
Aku bukan kamu
Kamu juga bukan Aku

Jadi siapa Dia ?
Dia adalah Aku
Tapi Aku bukan Kamu

Kamu adalah Kamu
Ku ingin jadi Kamu
Bagaimana dengan Kamu.
Maukah Kamu jadi Aku ?

Biarkanlah…

Bila hati ingin bicara,biarkan dia terbuka.
Dengan sagala isi yang ada didalamnya.

Jangan coba halangi dia,jangan coba sembunyikan ia.
Karena hanya menambah sesak didalam dada.

Biarkan hati ini bicara,berkata sesuka hatinya.
Biarkan hati ini bersuara,berseru semampunya.

Selama hati ingin bicara,biarkanlah…
Sebelum ia jadi mati rasa untuk bisa mengungkapkannya.

Jangan

Jangan cintai aku kalau kau tak bisa beri utuh hatimu.
Jangan hampiri aku kalau kau hanya sekejap bisa bersamaku.
Jangan beri alasan dengan kata tak bisa kehilangan diriku.

Jangan…………..,
Jangan…………..,
Jangan…………..,
Jangan…………..!!!!!!!!!!!!!

Jangan kau berharap aku selalu ada untuk dirimu,
Karena aku pun berhak untuk mencari cinta,
Cinta yang utuh mencintaiku lebih dari cintamu kepada diriku.

Tak Karuan

Mendung datang namun tak hadirkan hujan.
Seperti hati yang resah,bimbang tak karuan.
Ingin menangis air mata tak ada.
Ingin marah namun tak ada tempatnya.

Bilang saja pada semua.
Teriakkan saja semua lirihmu.
Pada langit yang biru berganti kelam.
Mungkin saja langit itu sama denganmu.
Merasa ingin menangis namun belum saatnya.

Arti dari”Shiawasena Ichi Nichi”.

Kebahagian Satu Hari

Hari ini adalah hari yang mengharukan.
Hari ini merupakan hari yang tak terlupakan.
Bersamamu berdua,kita bersemangat bergandengan tangan.
Bersamamu,dari hati,kebahagian ini dapat kurasakan.

Kau ada maka aku mampu berjuang.
Tawamu membuat aku bersemangat dan tak galau.
Sinar kasihmu kepadaku memberikanku kekuatan yang tak ternilai.

Mulai saat ini setiap detikku bersamamu akan lebih kupentingkan.
Mulai saat ini aku akan selalu terus berada disampingmu.
Dan mulai saat ini tuntunlah aku berjalan dijalanmu untuk selama-lamanya.

Arti dari “Sono Oku no Koe”

Suara Yang Terdalam

Hujan yang turun.
Hati yang gelisah tak karuan.
Berbagai macam cahaya yang menyilaukan.
Selalu bersinar gemerlap dikota sepanjang malam.

Aku masih disini.
Aku masih berdiri disatu tempat yang sama.
Sedikit berfikir dan kemudian melayang.
Tak ada seorangpun yang tahu tentang yang kurasakan.
Tak seorangpun…

Kau,bintang yang indah disana kemarilah.
Tunjukkanlah wujudmu.
Kenapa kau selalu bersembunyi dibalik awan yang kelam.
Bukankah kau tahu,hanya engkaulah.
Ajaklah aku untuk menari bersamamu.

Kau,bintang yang indah tak terkira tertawalah.
Hentikanlah waktu yang berjalan.
Agar kita berdua saja dapat berbicara.
Pembicaraan yang tak dapat didengar,
Pembicaraan yang tak dapat dilihat,
Pembicaraan yang tak dapat diketahui oleh siapapun.
Dan ketika itu dengarkanlah.
Hanya kepadamu kan kusampaikan.
Tentang suara hatiku yang paling dalam.

Cemburu

Ketika hati tak rela berbagi,
Bisakah raut wajah tampilkan senyum ?
Ketika hati ingin memiliki,
Semua yang ada terlihat mengganggu saja.

Rasa kesal itu datang,
Membuat enggan untuk menyaksikan,
Semuanya yang didepan mata,
Hanya terlihat menyakitkan.

Kenapa diri tak sanggup hadapi ?
Kenapa kepala tak dapat berpikir jernih ?

Mereka berhak berbicara,
Mereka berhak bercanda tawa.
Tapi mengapa aku masih emosi saja ?
Apakah ini yang dikatakan cemburu ?
Menyaksikan dirinya berdua dengan yang lain.

Jika Persahabatan menjadi Dendam

Malam itu semuanya terungkap,
Malam itu semuanya mencekam.
Tak ada angin yang berani menyapa,
Bahkan waktu seakan berhenti berbicara.

Mengapa…?
Kenapa…?
Begitu teganya…?
Hanya tanya yang ada,
Hanya tanya berbicara.

Disana dua manusia,
Mengamuk dengan emosinya,
Marah dengan amarahnya,
Kalah oleh egonya.

Mengapa…?
Kenapa…?
Begitu teganya…?
Tetap tanya berserakan,
Tak satupun menjawabnya.

Api yang menyala,
Tak tahu sampai kapan padamnya.
Hati yang kesal dan penat,
Seluruh gundah gelisah membara.

Berhadapan,seperti tak pernah saling kenal.
Berseteru,seperti tak pernah saling sayang.
Hanya malam yang menyaksikan,
Bersama gelombang amarah mematikan,
Nama seorang sahabat.

Terlanjur sudah melangkah,
Tanpa berpikir dengan hati.
Terlanjur termakan sudah,
Semua asutan setan belaka.

Air mata tak cukup merayu,
Hati yang sedang berkecambuh.
Segala rasa cuma ada amarah,
Tak tergantikan dengan apapun.

Dua manusia masih berhadapan,
Dengan emosi yang tak tertahankan.
Empat mata saling bertatapan,
Dengan kecam seperti ingin menelan.

Sepercik noda telah melumuri,
Memutuskan tali persahabatan.
Disana didepan mata,
Hanya ada seorang lawan.
Lawan yang telah menghancurkan kesetian seorang kawan.

Jika persahabatan menjadi dendam,
Dapatkah sahabat terjalin kembali.
Jika bisa saling memaafkan,
Mengapa harus saling mencaci maki.

Tiba saatnya,suatu hari nanti.
Rasa kesal dan salah menghampiri.
Mengapa telah membenci ?
Namun waktu tak mungkin kembali lagi.

Nama Seorang Sahabat

Nama seorang sahabat pasti selalu melekat dihati.
Melewati hari bersama sahabat menjadikan hari-hari lebih berseri.
Sahabat sejati akan selalu terus menemani.
Sahabat sejati juga mampu menghapus air mata yang menetes dipipi.

Jangan biarkan sahabat itu pergi,
Jangan bilang juga sahabat itu tak berarti.

Sahabat memang datang dan pergi,
Sahabat memang silih berganti.
Namun sahabat adalah tempat berbagi,
Karena adakalanya hanya sahabat sajalah yang mampu memahami,
Segala kekurangan dan kelemahan didiri.

Malam yang Sunyi Sepi Sendiri

Kemudian malam pun datang,
Angin berhembus kencang,
menyapa alam yang sunyi.

Aku disini sepi,
Melewati detik yang berjalan.
Detik demi detik,detik berganti detik.

Namun aku masih tetap berada disini,
Duduk diam menyaksikan sunyinya malam.
Yang semakin membawaku larut dengan kesendirian,
Berteman dengan kesunyian.

Puisiku untuk Palestina

Tak kenal siang ataupun malam,
Tak perduli anak kecil yang merintih kepedihan.
Sepuluh detik sekali suara ledakan yang mendebarkan jantung itu,
Masih terus saja beraksi dengan lancangnya.

Mimpi buruk apakah ini semua ?
Sehingga banyak mereka yang terenggut nyawanya.
Sebagian mereka menangis menjerit disepanjang jalan,
Menyaksikan anak atau keluarganya,
Yang telah kaku terbaring menyedihkan.

Ajaran dari manakah ini semua ?
Kenapa mereka yang disana,
Masih saja tertutup mata hatinya,
Mencabik-cabik ketenangan saudaranya,
Menyayat hati sesama manusia.

Siapa yang salah,siapa yang berdosa ?
Siapa yang harus bertanggung jawab atas ini semua ?
Mengapa yang menggenggam senjata,
Masih saja lebih kuat dari segalanya.

Masih adakah Cinta dihati mereka ?
Tak terpukulkah batin dan jiwa mereka ?
Ketika tangan mereka,
Merampas nyawa orang-orang yang tak berdosa.

Wahai Engkau Penguasa dunia,
Datangkanlah kedamaian untuk Palestina.
Agar tak ada lagi darah dan air mata,
Menghiasi raut wajah Palestina.

Kasih…

Tirai cinta kita telah tertutup sudah.
Kisah kasih kita pun tlah usai sudah.
Berakhir disini,disaat hati mulai terjaga.
Dengan sgala rasa indah tentang dirimu.

Adakah hari-hari indah,
Bila aku ada tanpa tiada kamu.
Adakah senyum terpancar,
Dari bibir dan mata yang terus bersedih.
Karena mu…
Karena telah terpisah darimu.

Semuanya hanya waktu yang bisa menjawabnya.
Mampukah aku lupakan dia,
Dia yang telah pergi dariku.
Bukan karena terpisah darinya aku bersedih,
Tapi bertemu dengannyalah yang buat aku tangisi semua ini.


TAGS


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post