Cerita Karya Kita Bersama

10 Dec 2008

Malam ini aku masih terpaku didepan layar laptop tercinta,entah kenapa rasa ngantuk belum saja datang menghampiri mataku.Sementara jam diatas meja telah menunjukkan pukul 02:00 tengah malam,tapi aku masih belum bisa tidur juga.Ya sudah mau nggak mau aku putuskan untuk membaringkan badan saja,mana tau rasa ngantuk itu datang dan tanpa terasa akhirnya aku terlelap juga.

Tiba-tiba saja aku merasa ada getaran didaerah pinggangku dan akupun terbangun dibuatnya.Kubuka mata ini dan mencoba meraba,ternyata getaran itu berasal dari telepon genggamku.Kutekan tombol untuk mengangkat ponselku,dari sana terdengar sahutan suara,suara seseorang yang sudah tak asing ditelingaku.

Dan ternyata tak salah lagi,suara itu (yoana)

Suara itu ternyata mamaku yang lama aku rindukan. Sudah 10 tahun kami tidak bertemu, dan ternyata sekarang tiba-tiba suara lembut itu kembali terdengar. Dari mana dia tahu nomer handphoneku? Kenapa dia baru telepon sekarang? apa yang terjadi? bagaimana keadaaanya? banyak sekali pertanyaan menggantung di pikiranku. dengan bergetar aku menjawab sapaan dia, hallo, mama.. (Anjari)

Halo mama, apa kabar? Gimana juga kabar papa? Syukur deh kalau semuanya baik saja
Ya ma rencana akhir tahun ini saya pulang kok, saya akan bawa istri saya juga ya ma?
Apa papa sudah bisa menerima dinda ya ma? Sejak pernikahanku dengan dinda, aku sudah lama tidak bertemu mama dan papa .. (winmit)

Namun setelah aku menyebutkan nama dinda dari mulutku,mama kembali diam sejenak,seolah tak ingin mendengar nama itu keluar dari mulutku(putra semata wayangnya)yang telah menentang kedua orang tua demi menikahi dinda setelah tamat SMA.

Kembali aku merendahkan suaraku dan menyapa mama yang ada dikejauhan sana,ketika itu mama pun berkata kepadaku (yoana)

“Telah sepuluh tahun kau meninggalkan rumah nak,pulanglah..,(dengan nada memelas)aku dan papamu teramat merindukan kamu dan keluarga kecilmu di sini”,kata mama.
(dalam hati ,aku sangat bahagia mendengar mama menyebut keluarga kecilku)
maafkan kami ma,telah……,belum sempat aku melanjutkan,tiba-tiba saja mama motong dengan kalimat,”eh jangan lupa yah,sampaikan salam mama dan papamu buat dinda dan si kecil wira”,eits jangan lupa juga sampaikan sama istrimu kalau 3 hari lagi ulang tahun perkawinan papa dan mamamu yang ke 25,jadi cepat2 pulang ya nak” (enalt)

Ya, ma … … rencana saya akan pulang akhir tahun ini. saya dan dinda telah mengambil cuti akhir tahun selama 2 pekan, juga ingin mengenalkan wira ama eyang kakung dan eyang putri nya ma …………..

karena dia kan baru kenal eyang yang disini saja ma, orang tuanya dinda …………..
Akhirnya ku dengar mama berdo’a agar papa bisa memaafkan saya, karena saya menentang tiwi anak teman papa, yang ingin dijodohkan sama saya ………………….. (winmit)

aku diam,mendengarkan mama yang berceloteh tentang Papa sekarang. Mama bilang Papa lagi asik menimkati hobby barunya. menjadi seorang blogger.
wah.. dalam hati aku kaget.. kok bisa Papa sekarang hobby ngeblog kayak aku. jangan-jangan kami pernah saling memberi komentar nih.
“kamu tau blogger ga nduk ?” tanya mama mengagetkan pikiranku… (easy)

Tiba-tiba saja ponselku kembali berdering mengejutkan,suara deringan itu mengusikkan tidurku memekakkan telinga.
…dan tanpa sadar seutuhnya aku tahu kalau pertanyaan mama yang barusan cuma mimpi tidurku saja,ternyata… (yoana)

suara bising itu ternyata alarm di ponselku, tanganku meraba-raba tuk mencarinya karena mata ini masih sulit untuk terbuka. Astaga…ternyata sudah jam 7 pagi,diluar masih terdengar suara rintik hujan. Aku sampai ketiduran di sofa tapi dia belum pulang juga… Tiba-tiba pintu depan ada yang menggedor,jangan-jangan itu dia. Dan ternyata… (idana)

Itu memang dia(dinda&wira) dua orang yang kucinta,istri dan anakku.
Aku sambut mereka,dan langsung mengecup kening dinda yang baru kembali dari rumah kedua orang tuanya.
Begitupun dengan wira yang sangat kurindukan,dia langsung memelukku seolah ingin melepaskan kerinduannya kepada aku papanya.
Hari itu berlalu begitu saja,rumah kami yang sederhana ini lengkap dihiasi senyuman orang-orang yang kucinta.

Pagi ini seperti biasanya,aku menuju kantorku untuk bekerja namun tak disangka dan tak terduga ketika aku berdiri disimpang tiga yang ada dekat dengan kantorku,aku melihat dia.
Ya,dia,tiwi perempuan yang dipilihkan kedua orang tuaku sebagai calon tunanganku semasa SMA,kini berada didepan mata.
Ketika aku ingin berpura-pura tak mengetahui keberadaannya,mencoba memalingkan badan dengan sengaja,terdengar seruan dari seberang sana………….(yoana)

arya.. suaranya yang melengking tinggi membuat nya gampang tuk dikenali, ini benar benar dia.. arya sekali lagi suara itu terdengar,sengaja ku tak mendengarnya tapi percuma.. Wanita sexy plus cantik karena wajah indo nya itu sudah berada di hadapanku .. Dekat dan sangat dekat..
pa khabar tanya nya
baik jwbku sekenanya. sebenarnya tak ada alasan ku tuk menolak pertunanganku dengan tiwi.dia cantik bahkan mungkin sangat cantik,supel,ramah.. Tapi………(eeta)

Tapi ada yang membuatku urung menikahi Tiwi, yaitu bau badannya yang membuat ku tak kuasa menahan nafas setiap berada didekatnya. Akhirnya aku mengungkapkan alasan kepada orang tua ku mengapa aku tidak dapat bersatu dengan Tiwi disebabkan perbadaan prinsip kami dan makanan kegemaran. Hebatnya orang tua ku percaya padahal waktu itu kan masih SMA, mana ngerti masalah prinsip.

Kini Tiwi yang ada di depanku begitu berbeda dengan Tiwi yang 5 tahun yang lalu aku kenal. Kali ini dia begitu anggun didepan mataku dengan stelan kemeja putih, rok hitam, blazer, tas coklat, sepatu ber-hak, dan rambut wavingnya.

Kamu sendiri gimana kabarnya?, tanyaku membalas perntanyaanya..
Baik, owh iya kamu kerja dimana sekarang Di?, tanya Tiwi yang rupanya masih ingat panggilan kecilku adalah Adi..
Kebetulan Aku di sini ada usaha, aku menjawab sambil menatap Tiwi yang begitu cantiknya didepan mataku.
Owh iyah usaha apa?, tanya Tiwi kembali, memotong lamunanku tentang mimpi indah yang pernah aku dan Tiwi rencanakan.
Rental Playstation, jawabku dengan jujur…….. (decidenotdecide)

oh ya wi, kamu sekarang sudah berubah!. Makin cantik dan ehhmmm wangiiii(ujarku sambil tersenyum mesem). Ya, aku memang sudah berubah di, tidak seperti dulu.
Tapitapi!!!,
tapi kenapa wi?
ada satu hal yang belum berubah dari diriku, aku masih mencintaimu di!………. (julian)

dah lama bisnis rental PS? tanyanya. hampir satu taun ini, lumyan bisa jadi income pasif jawabku. Apakah dia telah menikah??? bisik hati kecilku, Ingin ku tanyakan tapi takut menyinggung perasaannya. apa mungkin dia masih trauma untuk memulai kembali hubungan yang lebih serius, setelah ku menolak menikahinya beragam pertanyaan mulai berdesakan memenuhi ruang hatiku. kita ngobrol di kafe itu yuks tutur tiwi kemudian. oke tapi aku ga bisa lama balasku…………. (uni)

Rental Playstation .. hmmm usaha yang cukup menjanjikan kata Tiwi pasti kau sudah punya beberapa cabang yah .

Tiwi bergeser makin mendekat kearahku. Aku mencium wangi dari tubuhnya .. ah .. ternyata bau badannya yang dulu membuatku menolaknya sudah hilang. Tiba-tiba terbesit keinginan untuk dekat kembali padanya . Mamaku pasti senang .

Ceritain kamu kemana aja di .. selama ini sekarang Tiwi begitu dekat denganku.
Tapi bau apa ini .. aku pusing menciumnya . ah Tiwi .. bau badannya hilang , sekarang bau mulut . aduh . (ruanghati)

Ternyata kebiasaan Tiwi makan jengkol sampai sekarang belom berhenti juga. Dulu pernah saya bilang sama Tiwi. Kalo mau makan jengkol hrs atur waktunya.
Tapi gak apalah, aku hrs berusaha menerima Tiwi apa adanya. Toh saat ini aku hanya hrs menerimanya sebagai teman saja. Aku pikir gak ada beban.

Tiwi sempat bertanya : kebiasaan kamu maen game msh berlanjut. Saya jawab ya. Susah bagiku utk melupakan hobby tersebut krn sudah dari SMA sy geluti.
Aku bercerita tentang koleksi konsul2 yg sy miliki. Saat ini dirumahku sudah ada PS3, PSP dan X-BOX.

Sebelum berpisah, Tiwi msh sempat bertanya : Hobby kamu makan pete, msh kamu pelihara? upsss aku gelagapan utk menjwbnya.
Jgn2 slama gobrol tadi Tiwi juga merasa risih dgn bau mulutku. Soalnya tadi sblm bertemu Tiwi, aku sempat makan pete. Ampuuuuuuunnnnnnnnnn………… (Daniel)

mmmm..iyajawabku tersipu
kamu emang gak pernah berubah yahdari fisik dan maupun kebiasaanujar Tiwi sambil memandangku pekat.
Boleh minta nomor HP mu?tanya Tiwi. Dengan relefks mulutku mengumamkan sederet angka. Tiwi segera menyalin di keypad Hpnya dan menelpon nomor yg kusebut tadi. Itu nomorku, simpan yah, bye, I gotta goujarnya singkat. Aku berdiri termangu dipertigaan itu, sambil terus memandang sosok sintal Tiwi dari belakang, yang seakan-akan berkata pada diriku I got you now………. (tikuskuat)

Setelah terlibat obrolan yang sangat seru di pinggir jalan itu, akhirnya aku pamit dengan meninggalkan kecupan pada pipi tiwi dan pipi tanan!! dan aku pun menyebrang jalan untuk menuju kantorku sambil tak lupa melihat tiwi-tanan saat menyebrang jalan itu, karena memang jalanan sangat ramai saat itu.

Sesampainya di kantor, aku langsung merebahkan diriku di kursi sambil menonton tiwi yang ada di hapeku ini! Tiba-tiba dalam berita yang sedang ditayangkan di tiwi itu, aku melihat ada sebuah kecelakaan yang terjadi pagi itu, dan saat aku melihat wajah korban yang tertabrak, aku jadi sangat shock! karena wajah itu sangat aku kenali! orang itu adalah (hilman)

aduh itu kan mas kusno atau mba susi, bencong sebelah rumah kontrakan aku. kataku tertahan ..

Aduh mas eh mba ngapain sih nyebrang jalan pake lenggak lenggok gitu ., ini kan masih siang hari , pantes aja tuh mobil napsu cium pantat lo

Aku melihat mba susi dikelilingi banyak orang , yang berlomba-lomba - ih emang bakal dapat hadiah apa - untuk menolong mba susi yang mukanya meringis-ringis kesakitan ..

Aduh tolong eke dong . aduh pantat eke sakit nih , ntar malem gak bisa kerja dong aduh .. mba susi mengerang-ngerang dengan gaya khas nya ..

Lagi serius melihat di layar tiwi, tiba-tiba aku merasa ada orang yang mengawasi aku sedari tadi dengan tatapan yang sangat .. (ruanghati)

sangat menyeramkan. Seakan - akan dia mau memakanku mentah-mentah. Namun, aku mencoba untuk tetap tegar.
Kuambil sapu yang ketika itu sedang bersandar di samping tembok. Entah punya siapa, tapi aku ngga berpikir panjang. Seketika itu juga sapu itu aku pakai untuk nyapu tentunya. maklum jalanan rada kotor.
Panasnya terik tak menghalangi aku untuk berbuat amal..
sementara itu korban tabrakan akhirnya dilarikan ke Rumah sakit Jiwa. Tubuhnya hanya sedikit memar, tapi ternyata dia adalah seorang pasien yang mencoba kabur……………… (cyperus)

“dimana anaku? dimana istriku? dimana anaku? dimana istriku? dimana anaku? dimana istriku?
Kata pasien itu berulang-ulang…
Aku melanjutkan pekerjaan menyapuku.. lalu tiba-tiba…….
“Oh anaku”….. teriak pasien itu kepadaku… Aku terkejut. Aku tak yakin apakah pasien rumah sakit jiwa itu adalah papaku?
“Ah, namanya saja orang gila, ngapain di dengerin.” pikirku.. “tapi…”……. (Raksawardana)

“bangun woyyy sahurrr”, teriak bos ku sembari menguyurkan air teh yang biasa diminumnya setiap sore… aku pun tersadar bahwa ternyata hanya mimpi mengenai bencong dan jalan raya.

Aku pun membasuh muka ku yang lengket karena teh manis bos ku.. setelah itu aku teringat akan no tiwi… dan juga langsung teringat istriku di rumah, yang terbayang reaksinya bila tiba2 dia melihat ada nama mantan yang paling kusayangi.. jadi no tiwi aku save dengan nama Bambang agar suasana rumah tanggaku tetap tentram aman dan kondusif.. hah waktu sudah pukul 5 sore saatnya aku pulang kerumah…… (decidenotdecide)

*****************************************************

Selesai makan malam bersama dinda dan wira,aku merebahkan badanku disofa sembari mengutak-atik remot TVku.Ketika itu dinda membawakan secangkir kopi torabika untukku dan secara tiba-tiba ponselku berbunyi dengan nadanya.
Jantungku berdetak kencang tak karuan,keringat dingin pun dapat kurasakan.
“wah…,jangan-jangan.”firasat dalam hatiku mengatakan………… (yoana)

Halo.Dari Polresta,apakah saya berbicara dengan Pak Arya.Pak Arya, anda diminta melapor segera ke Polresta.ada nama anda di saku korban yang tadi dilarikan ke rumah sakit jiwa.. (Murid)

Itu keinginan dan doaku tentang telpon ini tapi belum sempat khayalanku selesai tiba-tiba saja ketika aku melihat ponselku……….. (yoana)

Bambang.. Nama diponselku yg memanggil, aku semakin ragu tuk mengangkatnya karena Dinda duduk disebelahku. Dindapun menatapku dengan aneh
kenapa ga diangkat mas tanya dinda
oh.. O..rang i..seng jawabku ragu. Dinda terlihat curiga, dia makin mendekatkan diri padaku. Dia bersandar dibahuku. Oh.. Tuhan mudah2an dia ga dengar detak jantungku yg cepat
mas.. Aku kenal kamu.. Sekecil apapun itu, karena kita dah lama bersama, berjuang tuk bentuk keluarga kecil kita, tuk jalanin hidup tanpa restu dr keluarga.

Banyak yg udah kita korbanin.. Aku tau klo mas bohong dinda menengadahkan kepalanya dan tersenyum.. Senyumnya sangat tulus. ini yang membuatku memilih dinda dari Tiwi.aku selalu ga bisa bohong dari dia.. Maafin aku dinda.. Kuceritakan pertemuaanku dengan tiwi dan dia masih saja tersenyum..
angkatlah telponnya, dan jgn memberi harapan,bicaralah baik2 .. dinda berlalu dari hadapanku setelah hpku berbunyi. dia memberi kepercayaan penuh padaku.
abis telpon,kita tidur.. Ingatkan klo bsk qta kerumah mamamu…………..
(eeta)

Akhirnya akupun mengangkat telpon yang masih berdering. Tapi sayang, Bambang eh.. Tiwi keburu menutup telponnya.
Akupun menyusul dinda ke kamar tidur dan betapa terkejutnya aku ketika melewati pintu dan memasuki ruang kamar yang temaram aku menemukan dinda dalam posisi…………… (fandhie)

menghadap kedinding..tidak biasanya dinda mengambil pose seperti ini saat menjelang tidur. Dan karena tidak berhasil menahan rasa penasaranku, akhirnya kuberanikan diri untuk melongok langsung kewajah istriku

Rasa kaget ku bertambah 8x lipat, dalam kamar dengan pencahayaan reman remang ini aku melihat dinda …… (dunianyawira)

terbujur kaku, aku melihat obat yang berhamburan dan aku tau benar kalau itu adalah obat tidur dosis tinggi yang biasa aku minum dalam keadaan strees dengan kehidupan yang runyam seperti ini
hampir semua obat sudah masuk ke dalam tubuhnya,,,
aku sudah tak tau lagi harus aku lakukan,,,,
tanpa pikir panjang aku pun segera………….. (delonelybie)

segera ikutan meminum seluruh obat yang masih tersisa.. berharap kisah rumahtangga kami seperti romeo dan juleha.. beberapa menit kemudian aku merasakan mulai kehilangan kesadaran dan berbaring di sebelah dinda.. aku tak kuasa ketika wira ternyata mengambil obat2 tersebut yang dikiranya permen.. dan terdengar suara dering handphone yang ku tahu itulah adalah no. dengan nama Bambang karena sudah aku set deringnya dengan lagu kucing garong..

setelah sekian jam kesadaran ku di ambang2 kemudian aku dengar suara pintu rumahku diketuk……… (decidenotdecide)

dengan sisa sisa tenagaku aku berjalan ke arah pintu sambil berusaha menarik badan wira agar menjauh dari obat2an itu.
aku mebuka handle pintu dan begitu memandang wajah seorang perempuan yang saat itu sedang ada dalam pikiranku
aku tak sadarkan diri setelahnya

ketika aku membuka mata, aku melihat sekeliling dinding kamar berwarna putih dan aku terbaring di atas ranjang berseprei putih.
tapi dimana dinda dan wira?
aku menoleh ke samping tempat tidur dan kembali menemukan wajah terakhir yang aku lihat…………. (julie)

tenang to pak di istrimu sedang dicoba untuk diselamatkan dan wira sedang bermain diluar itu ternyata pak RT yang ingin bertamu kerumah untuk menagih iuran bulanan yang sudah gak aku bayar 3 bulan lebih .

Ada apa toh pak ..lah kok mo bunuh diri massal .., kalo cuma gara-gara gak bisa bayar iuran bulanan kan bisa bilang saya dengan suara jawanya Pak RT terus-menerus memandangi ku .

Tiba-tiba aku melihat dokter masuk keruangan dengan mata yang menatapku sedih dan menghela nafas panjang.
Pak Adi .maaf ini ttg istri bapak .. katanya menggantung

Aku terdiam menunggu dengan hati yang ………….. (ruanghati)

bertanya-tanya,lalu kemudian Dokter itu berkata…… (yoana)

istri bapak.., docter itu kembali diam dan sepertinya bingung
istri saya kenapa dok ? tanyaku dengan tak sabar
maaf pak saya tidak bisa menolong isrti bapak karena sudah terlalu banyak racun yang masuk ke tubuhnya aku nga tahu kenapa semua jadi begini, bingung..takut..marah..berkecamuk dalam dadaku
tidaaaaaaaaaakkkkkkk aku menjerit histeris………… (idana)

sabar dulu pak adi.. sahut pak rt kemudian
bagaimana mungkin aku bisa sabar sahutku dalam hati.
istri bapak masih hidup koq.., lanjutnya
apa? gimana pak rt? maksud bapak istri saya masih hidup? tanyaku penasaran
ada perasaan lega bercampur senang di hatiku
tapi pak rt kembali membuatku bingung
tapi kenapa lagi pak? tanyaku
istri bapak belum sadarkan diri sampai sekarang pak rt mengucapkan kalimat itu sambil menunduk, sepertinya ia tak sanggup menatapku

mari pak adi, saya periksa dulu sebentar, tiba-tiba suara dokter memecahkan suasana kalut dan haru antara aku dan pak rt………… (JULIE)

*****************************************************

Hari yang cerah untuk kita semua,,,,secerah hati yang menari
dengan kegalauan hati yang sedang berkecamuk namun tetap kucoba untuk tenang dan sabar menghadapi kenyataan pahit ini.
Pagi itu aku masih lemah dan efek dari obat yang aku minum belum sepenuhnya hilang,,,kepalaku masih sakit dan mataku terasa berat untuk dibuka.
Ada yang membuat mataku tidak berat lagi,,,sosok perempuan yang manis, cantik, seksi, semok, dan bahenol.pokoknya komplit dahtidak salah lagi dia adalah TIWI.
bagaimana dia mengetahui aku berada di sini???
Aku berada di ruangan yang terpisah dengan anak dan istriku,,,ada rasa yang lain menyelimuti dirikuaku merasa nyaman ketika Tiwi menjengukku
Lalu Tiwi mulai membuka jaketnya yang berwarna pink,,,dengan tank top merah membalut tubuh indah nan seksi.
kemudian Tiwi mengelus kepalaku lalu………… (delonelybie)

Tiwi bertanya : Mengapa kau lakukan smua ini Di. Dulu kamu pernah bilang bahwa sesulit apapun hidup ini kita hrs nikmati krn smua akan ada akhirnya.

Ada kesejukkan dalam diriku saat kurasakan elusan tangan munggil Tiwi.
Saat ini hatiku penuh dgn kebimbangan. Seandainya Dinda & Wira. Oh tak sanggup aku melanjutkan hayalan itu.

Perlahan Tiw mencium keningku. Sambil berbisik.
Di, Aku………….. (Daniel)

.masih tak melupakan kehangatanmu..belaian kasihmu meluluhkan jiwaku.walau kau tinggalkan aku, hatiku masih untukmusayangku, kukecup keningmu sebagai tanda cintakuAku berkata,Aku takkan meninggalkanmu Tiwiku.mmmuuuachhhh..Namun, suster tiba - tiba masuk ruangan, Pak.istri bapak.. Aku tertegunada apa gerangan………… (muridkehidupan)

“Isteri bapak sudah siuman dan jika tidak ada masalah besok sore bapak dan isteri bapak sudah boleh pulang.”suster itu berkata padaku sambil tersenyum sedikit aneh memandangku dan tiwi.

Dua hari aku dan dinda melewati masa sedikit berbahaya dirumah sakit dan hari ini kami sudah boleh kembali pulang kerumah.
Aku dan dinda masih belum bisa terbuka satu sama lainnya tetapi kami berjanji setelah pikiran kami jernih maka kami akan berbicara untuk meluruskan permasalahan ini. (yoana)

*****************************************************

Keesokan harin”hallo, lagi ngapain..”.suara tiwi disebarang sana.”eh..lagi dirumah.ada apa, wi ?”.kata ku bertanya.”engga..,kamu punya waktu ga besok siang ?.aku mau ketemu..,bisa ngga ” tanya tiwi.”hmm..siang ya..boleh, mau ketemu dimana ?”.tanyaku.”di plaza semanggi aja.deket kan dari kantor kamu ?.” kata tiwi.”ok.nanti makan siang kau kesana ya”.kataku.”ok, aku tunggu ya”.kata tiwi sambil menutup pembicaraan kami.sebuah pandangan tertuju pada ku.pandangan dari istriku.”siapa, mas ?”. tanya nya.”engga…kolega ku besok mau nggajak makan siang di semanggi”. jawabku.”oh..” kata istriku mempercayainya,
……ya

hai..,udah lama nunggunya ?”. tanya tiwi yang baru tiba di foodcourt itu.”engga..baru dua gelas kopi..” jawabku.”sory ya…,lama.ga marah kan ?”. tanya tiwi.”ngga.amu mau ngomong apa,wi ?”.”duh..kamu to the point amat sih..,santai aja.aku pesen makan dulu ya.laper nih.”kata tiwi.lalu ia pergi unuk memesan makan siangnya.pembicaraan kami pun dimulai.aku baru tau kalo tiwi belum juga menikah hingga saat ini.katanya ia tak bisa melupakan aku.”jujur, aku masih mencintaimu..” katanya.”cinta..?.tapi kamu tahu aku sudah punya istri dan anak”. jelasku.”buat ku ga masalah.aku mau menerima kamu..,apapun statusmu”. katanya.”aku juga ngga masalah dengan statusku sekarang.tapi mungkin kamu yang akan menjadi masalahnya..” jelasku.”kenapa ?. apa kamu sudah lupa dengan masa lalu kita ?”. tanya tiwi.”aku tidak lupa.tapi aku hidup dimasa sekarang dan berharap dimasa depan.dan bukan ini yang aku harapkan dari hidupku”. kataku.”kenapa ?.apa istrimu lebih cantik dari pada aku?”. tanya tiwi.”cantik..?.mungkin kamu lebih cantik dan lebih seksi dibanding istriku sekarang.tapi aku tak punya pilihan.aku sudah memilih dia sebagai teman hidupku.lagipula..,jika aku menjalin sebuah hubungan denganmu, hubungan seperti apa yang kau inginkan.hubungan badan ?..sampai kapan ?. pada akhirnya kamu yang akan merugi karna aku tak akan meninggalkan istriku”. jelasku.”alah..!kau cuma lelaki…kau pasti sama saja dengan yang lain.jangan terlalu naif!!”. tegas tiwi.”maaf, wi..bukannya aku tak berani melakukannya.tapi aku tak mau…, aku harus mengatakan ini agar kau tak terjebak dalam perasaanmu sendiri.aku sudah tidak mencintaimu..maaf..” kataku sambil meninggalkan dia. (Redova)


TAGS


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post