LANGKAH-9

6 May 2009

waiwai

Abang-abang,Kakak-kakak,Mas-mas,Mbak-mbak,Om-om,Tante-tante dan semuanya…
Sebelumnya saya mau melangkah ni tetapi sebelum melangkah kelangkah berikutnya sepertinya saya istirahat duluya,oo..iya Abang-abang dan Kakak-kakak juga ikutan istirahat yukkk… terus setelah istirahat jangan lupaya baca cerita lanjutan dibawah sana LANGKAH-9,hehehe…..

Selamat membaca…

**************************************************

Tiga tahun waktu berjalan,tiga tahun telah membawaku kesini. Tiga tahun semenjak malam dimana David memulihkanku dari luka hatiku,tiga tahun semenjak itu membuat aku menyadari kalau kini hatiku memang ada pada David.

Aku dan David telah bertunangan setahun yang lalu setelah mendapatkan restu dari kedua orang tua kami tentunya dan seperti apa yang telah kami rencanakan, setelah David menyelesaikan sekolah kedokteran yang diambilnya kali ini maka kamipun segera melangsungkan hubungan kami ini kejenjang yang lebih serius lagi. Waktu untuk kami menuju kejenjang yang lebih serius itu adalah waktu dimana kami akan siap untuk menjadi sepasang suami-istri yang bisa saling melengkapi satu sama lain dan bisa membentuk sebuah rumah tangga yang bahagia dan selalu dipenuhi cinta tentunya,itulah harapanku. Waktu itu diperkirakan akan datang enam bulan lagi karena menurut perkiraan juga kalau sekolah David akan selesai enam bulan lagi dan Davidpun resmi menjadi seorang Spesialis Dokter Anak seperti yang ia cita-citakan dan dambakan selama ini. Sekarang ini walau David disibukkan dengan sekolahnya namun ia juga tetap menjalankan pekerjaannya disalah satu rumah sakit yang ada di Jakarta dan aku ada dibelakangnya,mendukungnya.

Sikap dan perilaku David semakin hari semakin membuat aku jatuh hati kepadanya,tiupan-tiupan angin kampus seperti dulu yang mengatakan kalau ia adalah seorang playboy itupun berhambus entah kemana bahkan bukan aku saja yang terpesona pada dirinya tetapi masih banyak wanita-wanita lain yang juga mendambakan lirikan mata calon suamiku ini dan aku bangga karena diantara banyak wanita yang mengharapkan cintanya hanya aku sajalah yang ia pandang dan ia beri cintanya bahkan ia telah mengikatkan dirinya kepadaku sebagai tunanganku,calon suamiku,pendamping bagi hidupku kelak.

****************************************************

Hari ini mama datang ke apartementku,mama mengajakku untuk melihat kesana-kemari mencari perlengkapan yang akan dibutuhkan diacara pesta pernikahanku dan David nanti. Bagiku dan David waktu enam bulan itu masih panjang tetapi maklum namanya juga orangtua,mama lebih memikirkan hal ini dari sekarang selain bagi mama ini adalah acara istimewa dan spesial secara aku juga adalah putri semata wayangnya.

Aku bergegas turun kebawah setelah mengunci pintu ruanganku karena mama telah menungguku dibawah sana. Ketika aku ingin melangkahkan kakiku menuju lift ketika itu pula aku berpapasan dengan Virgo yang sebaliknya keluar dari lift menuju kearah kamarnya berada. Aku hanya melempar senyum kecilku kepadanya dan ia seperti biasanya tetap tidak menghiraukan aku yang menyapa dirinya namun aku tidak heran terhadap sikapnya itu kepadaku karena aku telah terbiasa dengan sikap dan perilakunya yang sama sekali tidak pernah aku mengerti sampai detik inipun juga dan jujur aku katakan kalau perasaanku saat ini hanyalah tertuju pada David sedangkan Virgo adalah sebuah cerita dari masa laluku yang tidak begitu baik kisahnya untuk aku kenang.

Hampir beberapa kali David mencoba menawariku untuk pindah ketempat lain yang lebih dekat dengan jarak rumahnya dengan alasan agar supaya ia lebih dekat lagi denganku dan bisa lebih lama lagi main ditempatku tanpa memikirkan berapa menit lagi waktu yang harus ia tempuh untuk sampai kerumahnya tapi aku selalu menolaknya karena aku sudah terlanjur jatuh hati saat pandangan pertama pada tempat yang sekarang ini telah menjadi tempat tinggalku semenjak aku menginjakkan kaki ini di Jakarta.

Seharian aku berkeliling diberbagai daerah shopping dikota ini dan beberapa tas tentenganpun telah berada digenggaman tanganku dan juga mama hari itu. Aku menyetujui keinginan mama untuk mempersiapkan acara pernikahan kami nanti begitupula dengan David karena bagaimanapun juga mama lebih berpengalaman dariku dalam hal ini dan pasti mama juga akan memilih yang terbaik untukku dihari terpenting itu.

Jam dinding tepat menunjukkan pukul 19:00 malam,pada saat yang sama bel ruanganku berbunyi tanda ada yang datang. Aku berjalan menuju kearah pintu dan membukanya,tidak diragukan lagi tunanganku berdiri disana dengan kemeja putih disertai dasi berwarna terang yang menghiasi lingkaran lehernya beserta sehelai jas yang tidak ia kenakan melainkan ia gantungkan dilengan kirinya. Ia mendekatiku,aku menyapanya dan iapun melayangkan kecupan lembut dikeningku dan aku tersenyum dengan girangku serta mengajaknya masuk kedalam sembari mengambil jas yang masih tergantung ditangan David saat itu dan ketika aku hendak menutup pintu ketika itu pula mataku tertuju pada sorotan mata seseorang yang berada tidak berapa jauh dari tempat aku berdiri,tatapan mata Virgo yang memandang kearahku dan membuat aku sedikit gelisah jika membayangkan sorot matanya itu.

Kami bertiga duduk dimeja makan diruangan yang tidak begitu luas ini sambil menyantap hidangan lezat yang telah disediakan mama spesial malam ini serta saling bergurau dan bercanda-tawa hingga pukul 22:00 malam tiba,lalu David meninggalkan kami dan pulang kerumahnya.

Seminggu mama menemaniku disini dan siang ini aku dan David mengan tarkan mama ke Bandara Soekarno Hatta sampai pesawat yang mama tumpangi itu lepas landas menuju Singapura. Sampai dirumah setelah berpisah dengan David aku merebahkan badan ditempat tidurku melepas lelahku karena belakangan terlalu sibuk menemani mama kesana-kemari mengelilingi ibu kota Indonesia yang cukup menyita waktu dan juga energiku ini. Beberapa menit kemudian akupun jatuh pada kelemahanku dan tanpa kusadari aku telah tertidur lelap bersama buaian-buaian mimpiku.


TAGS


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post