LANGKAH-10

10 May 2009

Pagi ini langit cerah,awan-awan bergerak berjalan beraturan begitupula suasana hatiku yang sedang cerah dan bersenandung bahagia. Hari ini hari ulang tahunku,pagi-pagi sekali mama telah menelponku,mengucapkan selamat kepadaku. Hitung punya hitung sekarang usiaku telah sampai pada bilangan 28 dan sudah selayaknya aku menikah apalagi punya anak,iya itu juga keinginanku maka dari itu aku sudah tidak sabar menanti hari untuk melepas masa sendiriku ini. Aku ingin menjadi seorang istri yang baik untuk suamiku David,mendukungnya dalam berbagai hal baik itu dalam karirnya ataupun diluarnya aku siap berada disampingnya,mendampinginya.

Sore nanti David mengajakku kesebuah tempat untuk merayakan hari ulang tahunku oleh sebab itu aku sudah bersiap-siap dari siang hari demi menanti kedatangannya. Ketika aku membereskan buku-buku yang berserakan diruang TV itu tiba-tiba saja bel ruanganku berbunyi dan aku buka pintunya tetapi tak satu orangpun kutemui disana, masih kulihat dengan teliti kearah kanan dan kiriku namun tetap saja tidak ada siapapun disana oleh karena itu aku tutup pintu ini tapi ketika pintu hampir sedikit lagi tertutup mataku tertuju pada sebuah amplop yang berwarna biru yang berada dilantai tepat didekat aku menginjakkan kakiku sekarang ini.

Kuambil amplop itu dan kali ini benar-benar pintu ruanganku kututup rapat-rapat setelah itu aku beralih ke sofa lalu duduk disana. Kubuka benang-benang ikatan yang menjadi pengikat,menutup sampul amplop itu dan kulihat kedalam amplop tersebut sepertinya beberapa kertas-kertas terdapat didalamnya dan langsung saja kumasukkan tanganku kedalamnya lalu kuambil isi yang ada didalam amplop yang berwarna biru itu. Sehelai kartu ucapan selamat ulang tahun tertulis disebuah kertas ucapan dan disana belum kudapatkan siapa yang menulis dan mengirimkan kartu ucapan ini untukku namun meski begitu aku tetap senang dan senyum kecil menghiasi bibirku disiang itu. Kemudian kuambil lagi kertas-kertas yang lainnya dan kembali kudapatkan sebuah amplop coklat didalamnya,amplop yang kudapati kali ini sedikit berukuran kecil lalu kubuka amplop itu hingga akhirnya aku dapatkan beberapa lembar foto dan juga kurang lebih tiga lembar surat yang menceritakan sebuah kisah yang selama ini tidak pernah aku bayangkan apalagi aku duga.

Aku berlari menuju kearah pintu keluar,membuka pintu itu dan melangkahkan kakiku segera menuju kelift turun kebawah dan aku terus berlari kelobby apartement dan juga luar gedung ini. Aku berusaha mencari dan mencari siapa gerangan yang telah menaruh amplop biru tadi didepan ruanganku dan pergi tanpa meninggalkan jejaknya begitu saja. Tetapi tak kutemukan siapa-siapa disana maka akupun beranjak masuk lagi kedalam, memasuki lift dan jalan menuju ruanganku melewati lorong-lorong kearah kamarku berada namun tanpa terasa sekarang Virgo telah ada berdiri dihadapanku. Dia memandangku tajam dengan sorot matanya yang berbicara sedangkan aku diam dengan enggakan nafasku beserta raut wajah yang sedikit diselimuti keresahan.

Virgo masih tetap diam dan terus memandangku,aku heran,bingung bercampuradu dan hatiku kini bertanya,ada apa dengan lelaki ini,untuk apa dia ada didepanku,maksud apa dia menemuiku dan mengapa sorot matanya tidak membisakan aku untuk melangkahkan kaki meninggalkan tempat ini dan berhambus dari hadapannya. Waktu seakan berhenti sejenak,suasana begitu hening kurasakan,suara kesunyian seakan bernyanyi mengiringi detak jantungku yang berlaju tak berarutan dan semakin mengencang setiap detik demi detiknya sedangkan mata ini masih tetap menatapnya yang masih menatapku diam didepanku.

langkah-10


TAGS


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post